Rabu, 24 Desember 2014

Tirta Yatra KMHD UNRAM 2014



Om Swastyastu
Pada bulan ini tepatnya pada tanggal 23 November 2014 KMHD UNRAM kembali mengadakan acara persembahyangan Tirta Yatra dengan rute ke Lombok Utara. Acara ini berjalan dengan lancar dan diikuti oleh lebih dari 300 peserta yang menggunakan 8 bus yaitu 6 bus untuk mahasiswa baru dan 2 bus untuk panitia dan mahasiswa tingkat atas serta alumni. Dimulai dengan berkumpul di Pura Pancake yang sekaligus menjadi tujuan persembahyangan yang pertama. setelah persembahyangan para peserta masuk ke dalam bus masing masing dan siap menuju Pura kedua yaitu Pura Lingkuk Tanjung Mas yang terletak di depan kerangdangan dua. Para peserta harus jalan menyusuri rerumputan karena letak Pura yang berada di dalam. Kondisi Pura yang bersih dan asri sangat menyejukkan dengan rimbunnya pohon beringin yang tumbuh disamping Pura. Para peserta melakukan persembahyangan dengan khsyuk. Tujuan ketiga yaitu Pura Kahyangan Jagat Lingsar Bebengan, para peserta sampai dan memulai persembahyangan pukul 11.55 dan setelah itu beristirahat makan siang selama satu jam. Walaupun panas terik yang sangat menyengat tetapi tidak menurunkan semangat para peserta untuk melanjutkan rute persembahyangan. Hingga sampai di Pura Medane yang merupakan tujuan pura keempat, Pura ini sudah mengalami renovasi sehingga terlihat berbeda dari sebelumnya. Sayangnya, bus 8 mengalami mogok sebelum sampai kesini sehingga para peserta tiba saat peserta yang lain sudah selesai sembahyang. Setelah persembahyangan bapak krama pura memberi sedikit sambutan dengan menceritakan sejarah Pura Medana dan menambah pengetahuan para peserta tentang sejarah masa lampau. Ketua panitia juga mengingatkan tentang pura selanjutnya yang akan dikunjungi yaitu Pura Tanjung Prabu yang gersang dan tidak terdapat pohon. Tapi tidak disangka ternyata para peserta tetap antusias mengikuti seluruh rute persembahyangan tidak perduli dengan kondisi pura yang gersang disambut teriknya matahari. Dan ternyata Pura ini tidak segersang yang dideskripsikan tadi. Halaman pura ini tidak terlalu besar, hanya ada satu pohon bunga kamboja yang tumbuh di pojok kiri. Dinding tinggi yang membatasi Pura menghalangi sinar matahari sehingga kondisi di dalam Pura tidak terlalu terik. Rerumputan yang tumbuh subur juga diluar deskripsi gersang yang dipikirkan para peserta. Di pura ini juga dilaksanakan acara Rsi Yadnya dengan memberi bingkisan pada seorang pemangku yaitu.... bapak mangku memberi sedikit sambutan dan ucapan terima kasih. Setelah acara persembahyangan dan Rsi Yadnya selesai, para peserta kembali melanjutkan perjalanan ke Pura Melase yang menjadi tujuan terakhir dari acara Tirta Yatra ini. Ada insiden pada bus 8 yang kembali terjadi. Bus kembali tiba tiba mogok di tanjakan, suasana semakin mencekam karena terdapat truk penggiling pasir tepat dibelakangnya. untung saja truk itu dapat menghindar sehingga tidak terjadi kecelakaan. Kejadian itu patut disyukuri namun juga sempat membuat peserta di dalam bus ketakutan hingga berteriak bahkan ada yang menangis. Kejadian ini menjadi pengalaman tersendiri bagi para peserta di dalam bus hingga meninggalkan kesan dan cerita heboh tentang Tirta Yatra KMDH UNRAM 2014 mereka. Semoga enggak trauma ya teman teman. Cuaca saat sampai di Pura Melase cukup mendung dan turun hujan, namun semua peserta tetap melakukan persembahyangan hingga berakhirlah rangkaiann persembahyangan Tirta Yatra KMHD UNRAM 2014. Setelah itu bus kembali ke pura pancake dan para peserta menunggu jemputan yang datang.  
Terimakasih untuk teman teman yang sudah berpartisipasi dalam acara Tirta Yatra tahun ini. Semoga acara ini bisa bermanfaat bagi perjalanan spiritual kita dan meninggalkan kesan yang menarik di hati. Mohon maaf apabila ada kekurangan atau kesalahan yang terjadi. Jangan kapok ikut ya, karena KMHD akan melaksanakan acara Tirta Yatra setiap tahunnya dengan rute yang berbeda.
Om Shanti Shanti Shanti Om

Tidak ada komentar:

Posting Komentar