Om Swastyastu
Pada bulan ini tepatnya pada tanggal 23 November 2014 KMHD
UNRAM kembali mengadakan acara persembahyangan Tirta Yatra dengan rute ke
Lombok Utara. Acara ini berjalan dengan lancar dan diikuti oleh lebih dari 300
peserta yang menggunakan 8 bus yaitu 6 bus untuk mahasiswa baru dan 2 bus untuk
panitia dan mahasiswa tingkat atas serta alumni. Dimulai dengan berkumpul di
Pura Pancake yang sekaligus menjadi tujuan persembahyangan yang pertama.
setelah persembahyangan para peserta masuk ke dalam bus masing masing dan siap
menuju Pura kedua yaitu Pura Lingkuk Tanjung Mas yang terletak di depan
kerangdangan dua. Para peserta harus jalan menyusuri rerumputan karena letak
Pura yang berada di dalam. Kondisi Pura yang bersih dan asri sangat menyejukkan
dengan rimbunnya pohon beringin yang tumbuh disamping Pura. Para peserta
melakukan persembahyangan dengan khsyuk. Tujuan ketiga yaitu Pura Kahyangan
Jagat Lingsar Bebengan, para peserta sampai dan memulai persembahyangan pukul
11.55 dan setelah itu beristirahat makan siang selama satu jam. Walaupun panas
terik yang sangat menyengat tetapi tidak menurunkan semangat para peserta untuk
melanjutkan rute persembahyangan. Hingga sampai di Pura Medane yang merupakan
tujuan pura keempat, Pura ini sudah mengalami renovasi sehingga terlihat
berbeda dari sebelumnya. Sayangnya, bus 8 mengalami mogok sebelum sampai kesini
sehingga para peserta tiba saat peserta yang lain sudah selesai sembahyang.
Setelah persembahyangan bapak krama pura memberi sedikit sambutan dengan
menceritakan sejarah Pura Medana dan menambah pengetahuan para peserta tentang
sejarah masa lampau. Ketua panitia juga mengingatkan tentang pura selanjutnya
yang akan dikunjungi yaitu Pura Tanjung Prabu yang gersang dan tidak terdapat
pohon. Tapi tidak disangka ternyata para peserta tetap antusias mengikuti
seluruh rute persembahyangan tidak perduli dengan kondisi pura yang gersang
disambut teriknya matahari. Dan ternyata Pura ini tidak segersang yang
dideskripsikan tadi. Halaman pura ini tidak terlalu besar, hanya ada satu pohon
bunga kamboja yang tumbuh di pojok kiri. Dinding tinggi yang membatasi Pura
menghalangi sinar matahari sehingga kondisi di dalam Pura tidak terlalu terik.
Rerumputan yang tumbuh subur juga diluar deskripsi gersang yang dipikirkan para
peserta. Di pura ini juga dilaksanakan acara Rsi Yadnya dengan memberi
bingkisan pada seorang pemangku yaitu.... bapak mangku memberi sedikit sambutan
dan ucapan terima kasih. Setelah acara persembahyangan dan Rsi Yadnya selesai,
para peserta kembali melanjutkan perjalanan ke Pura Melase yang menjadi tujuan
terakhir dari acara Tirta Yatra ini. Ada insiden pada bus 8 yang kembali
terjadi. Bus kembali tiba tiba mogok di tanjakan, suasana semakin mencekam
karena terdapat truk penggiling pasir tepat dibelakangnya. untung saja truk itu
dapat menghindar sehingga tidak terjadi kecelakaan. Kejadian itu patut
disyukuri namun juga sempat membuat peserta di dalam bus ketakutan hingga
berteriak bahkan ada yang menangis. Kejadian ini menjadi pengalaman tersendiri
bagi para peserta di dalam bus hingga meninggalkan kesan dan cerita heboh
tentang Tirta Yatra KMDH UNRAM 2014 mereka. Semoga enggak trauma ya teman
teman. Cuaca saat sampai di Pura Melase cukup mendung dan turun hujan, namun
semua peserta tetap melakukan persembahyangan hingga berakhirlah rangkaiann
persembahyangan Tirta Yatra KMHD UNRAM 2014. Setelah itu bus kembali ke pura
pancake dan para peserta menunggu jemputan yang datang.
Terimakasih untuk teman teman yang sudah berpartisipasi
dalam acara Tirta Yatra tahun ini. Semoga acara ini bisa bermanfaat bagi
perjalanan spiritual kita dan meninggalkan kesan yang menarik di hati. Mohon
maaf apabila ada kekurangan atau kesalahan yang terjadi. Jangan kapok ikut ya,
karena KMHD akan melaksanakan acara Tirta Yatra setiap tahunnya dengan rute
yang berbeda.
Om Shanti Shanti Shanti Om
Tidak ada komentar:
Posting Komentar